Review buku “Mom Stories in Parisˮ

Buku antologi ini merupakan kisah mahasiswi yang merangkap kodrat menjadi seorang ibu. Mereka hidup di luar negeri mengalami orientasi latar belakang budaya yang berbeda.

Paris merupakan kota cinta, membawa mereka menyelam dalam suasana empat musim yang berbeda yang tidak biasa mereka rasakan di tanah kelahiran mereka.

Buku antologi tentang Mahasiswi berkodrat seorang ibu di Paris

Suasana inilah menjadi pengalaman dan mereka tuangkan dalam tulisan-tulisan menghadirkan nilai-nilai keluarga, tanggung jawab, serta keteguhan hati yang kuat dan hebat.

“Bagaimana pengalaman-pengalaman cinta yang mereka dapatkan di kota Paris?ˮ  

1. SARAH ISMI KAMILAH

Kisahnya berawal dari perjalanan datang menuju negara Hexagone dengan lika-liku kejadian yang hampir gagal padahal saat itu sedang menjalani lehidupan baru indahnya perkawinan.

Lalu, berlanjut kisah perjalanan kedatangan sang buah hati mulai proses dari Prancis hingga hubungan terpisah ke negara Indonesia. Keluarga besar pun mendukung datang bersama ke Prancis hingga buah cinta mereka mengalami perjalanan hidup di taman bagaikan surga di negara mode, bahkan saat musim dingin dibaluti dengan salju.

“Dia menjadi jembatan bagiku untuk semakin mengenal Negeri Menara Eiffel ini. Negeri yang sangat asing bagiku, tapi bisa menjadi menyenangkan bersamanya.ˮ hal 189.

2. MARIA ULFA.

Mahasiswi ini mengisahkan ikon Prancis menara Eiffel saat menjadi saksi tentang orang-orang yang berkeyakinan tak tergoyahkan.

Kisah perjalanan studi yang mengalami tekanan-tekanan selama di kampus hingga hampir kalah akibat penyakit yang dialaminya dengan bersikap Syar’i di lingkungan tersebut.

Bahkan dia menjadi sampel bagi muslimah-muslimah dari negara lain. Hingga proses tersebut dapat diraih dengan sempurna, bahkan semakin sempurna dengan hadirnya permata hati yang menyejukkan jiwa.

Pengalaman pun tak kalah indah saat melewati ciptaan Tuhan berbentuk kristal-kristal putih di musim dingin menambah kekuatan iman untuk lebih tetap terus bersyukur.

“Pertemuan kami saat itu membuatku sangat bersyukur bahwa kerudung dan pakaian yang aku kenakan menjadi penyemangat bagi orang lain untuk mengikutinya.ˮ hal 171

3. WILMA VENIA.

Kehidupan di kota Paris yang penuh cahaya tidak selalu menerangi kehidupan semua manusia. Hal itu dialami muslimah ini dalam cerita asa yang terengut dan hilang.

Namun, kebaikan masyarakat kota Paris ter tuang dalam kisah menarik citron vert atau jeruk hijau saat mempersiapkan hidangan makanan sehari-harinya bersama sang suami.

Hikmah beradaptasi  dengan suasana mandiri pun dialami di Rumah Sakit saat menjalani persalinan belahan jiwa yang mereka rindukan dilukiskan dalam kisah Valida.

 “Jawaban bahwa teman sekamar bernama Valida yang sempat tak kusuka adalah yang terbaik untukku sebagai teman pertama setelah selesei melahirkan.ˮ hal 56

4. DENI ENDRIANI.

Penulis satu ini mengawali kesan kisah kebaikan tentang seorang supir yang mengantar perjalanan tujuan perkuliahannya di Prancis ini. Kemudian, cerita pengalaman bersama permata hati saat di dalam janin hingga tumbuh besar di taman kanak-kanak di Prancis ini.

Dan juga, kisah hidup antara kampus dengan rumah. Ada juga kisah memberi kebaikan saat confinement atau berdiam dan beraktifitas di rumah ketika Covid terjadi.  

Cahaya kota Paris yang juga tidak terang benderang juga dialami dirinya, saat mengalami peristiwa kecelakaan kecil yang menyedihkan dari sang permata hati, namun dijalani dengan sabar hingga menjadikan sebuah hikmah.

Sang penulis tidak lupa memberi resep-resep tips-tips apa saja administrasi birokrasi di negara Prancis.

“Nama itu telah ada dipikiranku sejak lahir dari dua puluh tahun yang lalu. Nama yang indah, laksana keindahan pegunungan Alpen yang kulihat pada satu halaman buku harian.ˮ hal 57

“Dimana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.” Cerita empat orang muslimah ini sepadan dengan pepatah di atas.  Hal itu tidak hanya memberi penjelasan beraneka ragam tentang kabar negara Prancis, namun memberi hikmah dalam jiwa serta menjadi motivasi serta menatap sisi yang lain tentang ikhtiar dan usaha bagi semangat perantau dalam mengenal lingkungan di negara Prancis.

Kisah mereka cocok bagi kamu yang berjiwa petualang, menyukai kehidupan serta tantangan baru yang ingin lepas dari zona nyaman.

Well, Selamat hunting buku ini di Gramedia atau di pustaka di seluruh nusantara bila tersedia.

Judul Buku : Mom Stories in Paris

Penulis : Sarah Ismi Kamilah, Maria Ulfa, Wilma Venia, Deni Endriani

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 236 halaman

ISBN : 978 – 602 – 06 – 6534 – 4  

avatar Tidak diketahui

Author: Indra Francdo

Saya hidup dan berdomisili di kota Paris, Prancis sebagai tour guide Independen sejak tahun 2017. Saya menyukai petualang, suka menulis dan membaca baik tentang sejarah maupun cerita-cerita novel ( mudah-mudahan menciptakan novel sendiri ).

Apa komentar anda ?

Eksplorasi konten lain dari Indra Francdo di Prancis

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca