Tentang Awak

Bonjour/Hallo,

Bienvenue sur Canal IndraFrancdo / Selamat datang di Blog-Awak

‘Tak kenal, maka tak sayang’, selain dari kata pepatah, kata ini juga merupakan judul lagu countrynya ‘Om Iwan Fals’, coba deh baca blog-awak ini sambil mendengarkan lagunya.

‘Ting! ting! ting!’, (suara notification whatsapp Iphoneku), ada yang nge-japri via pesan. ‘Ndra, pengalaman kamu di negeri Hexagon bisa di bukuin tuh’, ucap salah satu tamu yang aku pandu serta bimbing selama perjalanan mengelilingi kota romantis ‘Paris’.

Kebetulan, dia dan keluarganya sedang menunggu di ruang tunggu untuk melanjutkan perjalanan pulang ke tanah air memakai transportasi burung besi di bandara yang bernama Presiden Prancis (Republik kelima),’Charles de Gaule’/Aéroport CDG-étoile’.

‘Siapa tau, di buku nanti ada cerita aku dan keluargaku ketika kamu menemani kami di kota sejarah ini, setidaknya suatu kebanggaan bagi anak dan keturunan kami di kemudian hari nanti. Sampai jumpai lagi !’, tambahan pesan dari si bapak itu.   

Siapa ‘Awak’ ?, awak bernama INDRA FRANCDO. Panggil aku Indra, sedangkan Francdo nama penaku atau initial agar lebih cepat dikenali. Aku bukan keturunan bule, tetapi generasi turunan Indonesia, Abahku orang Sunda Tasikmalaya dan Mandeku orang Minang Padang. yah blasteran SuMin lah, alias (Sunda Minang), hehehehe…….

‘Paris Lumiere de l’Amour’, tulisan ‘Rosita Sihombing’,memotivasiku untuk datang dengan berani hingga berdomisili di negara ini. Aku bertemu dan berkenalan dengan sang hijab traveler inibersama suami-Prancisnya mualaf ‘bang Patrick’ beserta anaknya si tampan‘Ilhan’, yang pernah menjadi aktor di salah satu film indonesia.

Kemudian, ‘Paris, c’est ma vie’ dan  ‘Voila, La France’ buku karya sang istri mantan diplomat di Paris ‘Lona Hutapea’, menambah pengetahuan aku tentang kehidupan di sini meskipun belum bertemu sang penulis. Ditambah lagi ‘Penumpang gelap’, ‘Paris, je reviendrai’, dan ‘Lurah Paris’ dalam rangkaian hikayat ‘Alijullah Hasan Jusuf’, menyeret aku terus mengenal tentang negara ini dari gaya hidupnya ketika berkenalan langsung dengannya.

Lalu tulisan ‘Ayah’ dari ‘Irfan Hamka’ tentang ayahnya sang sastrawan intelektual organik ‘Buya Hamka’, menjerumuskan aku untuk selanjutnya mengulang-ulang membaca kembali karya-karya bapaknya, ‘Tenggelamnya kapal Van Der Wijck’, ‘Merantau ke Deli’, ‘Terusir’, ‘Di tepi sungai Dajlah’, ’40 hari di Amerika’, dan banyak lagi. Tak hanya itu, aku semakin tergelincir dalam karya si ‘Tere liye’ yang bukan nama asli si penulis. ‘Pulang’, ‘Pergi’, ‘Pulang-Pergi’, ‘Risalah shalat Delisa’, ‘Tentang kamu’, ‘Rembulan tenggelam di wajahmu’, and etc, menemani aku membunuh waktu dalam perjalanan di transportasi kereta TGV, Metro, RER bahkan hanya duduk-duduk di taman-taman kota Paris sambil menikmati sinaran matahari.

Aku pun mencoba bertahan akibat terbawa arus bahkan hilang dalam lautan si ‘JS Khairen’ seperti ‘Rinduku sederas hujan hujan sore itu’, ‘Kami (bukan) sarjana kertas’, ‘Kami (bukan) jongos berdasi’, ‘Melangkah’, ‘Kami (bukan) generasi bacot’, ‘Kami (bukan) fakir asmara’, ‘Kado Terbaik’, ‘Bumkam suara’, ‘Dompet ayah Sepatu Ibu’, yang semua itu belum di tandatangani dia. Aku pun juga berenang dan menyelam dalam karya Andrea Hirata yang pernah sekolah di Paris, seperti ‘Laskar Pelangi’ dan ‘Sang Pemimpi’, dan banyak lagi karya-karya lainnya membuat isi rak-rak buku di rumahku tersusun berantakan.

Ketika salah seorang founder Stand-Up Comedy berkata, ‘kalau bukan karena Mas ‘Hilman Hariwijaya’, saya tidak akan menjadi seorang penulis’. Aku tahu itu, pasti cerita ‘Lupus’ menjadi inspirasi sang founder Stand-up comedy ini. Aku pun jadi teringat, masa remajaku waktu di Zaman Senior High School juga menyukai buku cerita tentang ‘Lupus’, waktu dulu pada jamannya , selera yang sama dengan Mas Radit yang bergelar penulis, komika, sutradara, bahkan podcaster ini.

Halo perempuan bangsawan yang sudah menikah Mas RA ditya, RADITYA, itu orang biasa yang belum menikah’, roastingnya sang kontestan stand up comedy Dodit. ‘Mas Radit, senyum aja gak usah di tahan-tahan’, bulu hidung mu itu loh Mas, bergoyang-goyang’, tambah mas Dodit lagi.  ‘Mas Radit, Salam kenal dari aku’….(berharap sang komika membaca ini, huahahahaha…).

Sebuah kapal pun bersandar milik seorang penulis dan motivator yang kebetulan datang berada di negeri Napoleon. Sosok ‘Benny Arnas’ yang tidak pelit dan sukarela berbagi ilmu mengajak aku berlayar lebih dalam mengenai dunia literasi. Dia pun memberi peluru ‘Bulan madu Matahari’, hingga aku pun mendapat inspirasi dari deskripsi ceritanya tentang perjalaan petualangan menjadi karya ‘Ethile ! Ethile !’.

Bahkan di kota cahaya ini, dia membantu aku membuat kapal mulai dari bahan kayu, design model, hingga mesin-mesin motor nanti di pasang di dalam kapalku untuk aku berlayar di lautan literasi dengan aman.

Di pengajian Paris, aku ingat seorang profesor MIPA dan peneliti yang singgah bersilaturahmi di ‘Paris’ memberi kajian hubungan Al-khaliq dengan struktur dan reaksi kimia.

Hal ini memberi aku kesadaran akan arti hidup. ‘Profesor Witri Wahyu’ yang merupakan fans dari sorang peneliti terkenal di Prancis ‘Marie Currie’ dan menyadari kekurangan dari karya sang peneliti ini bila dihubungkan dalam kehidupan sang peneliti ini.

Aku sendiri menyadari tentang nilai-nilai hidup. Kita tidak hanya hidup untuk bertahan hidup, tetapi berilah nilai dalam arti sebuah hidup. ‘Apa yang engkau bawa mati pada suatu saat nanti ?’, ada tiga perkara, salah satunya ilmu bermanfaat. Nah… tidak ada salahnya berbagi ilmu yang baik dengan meninggalkan aksara di dunia, mudah-mudahan menjadi contoh dalam kebaikan dan maanfaat dalam beribadah.

Manusia diciptakan berbeda-beda, tidak seperti malaikat. Untuk itu, kehidupan manusia berjalan melalui proses. Proses demi proses inilah yang akan menjadi nilai hidup untuk kebaikan dalam beribadah. Mudah-mudahan blog ini menjadi kebaikan dan manfaat bagi kita semua terutama untuk diriku, anak-anakku dan keturunanku…….itulah tujuan blog ini aku tulis, meskipun seorang blogger baru, aku suka belajar dan berbagi.

Saat Eiffel ikut membaca

Mau lebih tahu lagi tentang hidup dan kehidupan di Paris, Prancis dan Eropa….jangan sungkan menghubungi dan mengontak aku bila hendak liburan atau dalam perjalanan mengunjungi kota Romantis ini… Aku siap menjadi guide dan teman dalam menemani bahkan bersedia mendokumetasikannya dalam photo maupun video….ataupun menyusun program perjalanan jalan-jalan di Paris hingga ke Eropa….Tak kenal maka tak sayang !

Ikuti terus membaca blog ini, jangan bosan, silahkan berkomentar dan Aku ucapkan, Selamat membaca !!

SALUT !

Tour (Indra) Guide Indonesia di Paris, Prancis & Eropa

Bonjour/Hallo,

         Paris merupakan pusat kota wisata Eropa & dunia yang banyak dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan yang datang dari belahan dunia, termasuk wisatawan dari Indonesia. Jalan-jalan atau liburan tidak hanya berkunjung dan menikmati tempat-tempat objek wisata.

Namun, menyelami, eksplorasi serta mengetahui tentang budayanya mengibaratkan kita tidak hanya menjadi tourist, tetapi langsung merasakan bagaimana menjadi bagian penduduk yang mempunyai perbedaan budaya dengan negara kita.

Bersama Indra Syafri

         Saya berpengalaman, bagaimana menjadi guide ketika menemani satu grup / rombongan yang berjumlah banyak 30-40 orang. Saya mennyimpulkan bahwasannya terpakunya kebebasan, kurangnya fleksibilitas, kurangnya eksplorasi mendalam dari invidu dengan program terstruktur dan aturan perjalanan yang di buat oleh agen perjalanan seperti waktu yang terbatas, kurang komunikasi ataupun menginginkan privasi sehingga terjadi sedikit gesekan dengan jadwal yang sudah ditetapkan para penyedia jasa tersebut, hingga perjalanan kurang ternikmati.

Wajar ! hal itu disebabkan salah satunya dengan budget dan anggaran terbatas.

         Oleh karenanya, saya menawarkan menjadi guide dan menemani secara privat ataupun rombongan dalam perjalanan wisata anda selama di kota Romantis ini ataupun negara-negara eropa lainnya. Tidak hanya mengguide, bersama kru assisten saya juga membuat planner work ataupun konsultasi perjalanan special wisata di Paris, Prancis & Eropa.

Bahkan bila diinginkan, langsung terjun menjadi photograper untuk mengabadikan kunjungan atau pun jalan-jalan wisata anda hingga membentuk sebuah kenang-kenangan indah tak terlupakan dalam hidup anda di tempat-tempat spot objek wisata terkenal.

         Terima kasih kepada client atau pun tamu-tamu saya sebelumnya yang menyarankan dan mendorong saya untuk membuat blog website ini sebagai komunikasi yang bisa di tawarkan kepada teman-teman / saudara-i mereka yang mempunyai rencana nantinya berwisata di Paris, Prancis & Eropa. ‘Tak kenal maka tak sayang’, nama saya Indra Francdo.

Biasa di panggil Indra, sedangkan Francdo merupakan initial atau nickname supaya mudah dikenali. Saya bukan keturunan blasteran bule ataupun dari keluarga bule, tetapi Abah abdi berasal dari sunda Tasikmalaya dan Mande awak  berasal dari Minang Padang, jadinya saya blasteran SuMin alias Sunda-Minang……hehehehe.

Saya hidup dan berdomisili di kota Paris, Prancis sebagai tour guide Independen sejak tahun 2017. Saya menyukai petualang, suka menulis dan membaca baik tentang sejarah maupun cerita-cerita novel ( mudah-mudahan menciptakan novel sendiri ).

Segitu dulu presentasi singkat saya, bila ingin lebih kepo tentang saya….yuk saya temani dengan mampir ke kota cahaya romantis ini ataupun negara lainnya di Eropa. Mau lanjut ? Silahkan hubungi saya di kolom kontak.

â très bientôt et sampai ketemu !!!……